Gagal Menang dari Spezia, Conte Berdalih Pemain Inter Milan Kelelahan

Inter Milan ditahan seri Spezia dengan skor 1-1 di pekan ke-32 serie A Italia 2020/2021. Antonio Conte berdalih pemainnya capek.

Pertandingan di Stadio Alberto Picco, La Spezia, Kamis (22/4/2021) dini hari WIB, cuma berjarak tiga hari dari lawatan Inter ke markas Napoli. Melakoni dua laga tandang berdekatan jadi alasan Conte ketika pemainnya tampil tak maksimal.

“Kami cuma punya waktu satu hari untuk mengerjakan persiapan, karena setelah melawan Napoli kami pulang hari Senin, seluruh tim langsung mempersiapkan pertandingan kemarin,” kata Conte dikutip Football Italia.

Hasil imbang ini menandai yang kedua secara beruntun— setelah Inter Milan merajut 11 kemenangan berturut-turut di semua kompetisi. Di klasemen Serie A, Nerazzurri masih memimpin 10 poin di atas AC Milan.

Beruntung, pesaing terdekat mereka, AC Milan, kalah di pekan yang sama. Skuat Merah-Hitam secara mengejutkan takluk 1-2 saat menjamu Sassuolo di Stadion San Siro, Rabu (21/4/2021) malam.

Tak cuma masalah stamina, Conte juga menyebut kekisruhan wacana kompetisi European Super League sebagai faktor yang mempengaruhui persiapan tim. Seperti kita tahu, Inter jadi salah satu 12 tim yang mencetuskan kompetisi kontroversial itu.

“Tak pelak, kami juga mendengar semua berita yang datang ini. Sebagai olahragawan, saya pikir kita tidak boleh melupakan tradisi. Ini sejarah dan harus dihormati,” kata Conte.

Sekadar informasi, di pekan ke-32, Inter lebih dulu kebobolan lewat gol Diego Farias di menit ke-12. Sebelum babak pertama berakhir, Inter menyamakan kedudukan jadi 1-1 lewat aksi Ivan Perisic.

Jelang Napoli vs Inter Milan, Conte: Skuat Gattuso Kandidat Scudetto

Inter Milan akan menghadapi laga sulit melawan Napoli di pada pekan ke-31 Serie A Italia 2020/2021 Stadio Diego Armando Maradona, Minggu (18/4/2021) malam waktu lokal atau Senin (19/4/2021) dini hari WIB.

Pelatih Inter Antonio Conte paham Napoli akan menyulitkan mereka, dan berharap pasukannya menaruh perhatian besar serta fokus.

Conte menilai Napoli sebagai salah satu lawan berat karena skuat asuhan Gennaro Gattuso tersebut juga penantang gelar Serie A musim ini.

Mantan pelatih Chelsea itu menyadari Napoli juga akan tampil ngotot untuk menjaga peluang mereka meraih Scudetto.

Belum lagi sosok pelatih Gattuso yang berpengalaman membuat Conte enggan meremehkan Napoli. “Sebuah laga yang sangat menantang telah menanti,” ungkap Conte, mengutip dari laman resmi Inter, Minggu (18/4/2021).

“Saya selalu menganggap Napoli sebagai salah satu dari dua atau tiga tim yang bisa bersaing meraih Scudetto hingga akhir musim, karena mereka memiliki skuat yang kuat dan pelatih hebat dalam diri Gattuso,” tambahnya.

Lebih lanjut, Conte menegaskan bahwa Inter memasang target untuk meraih kemenangan dalam laga ini. Meski akan banyak bekerja keras, tetapi raihan tiga poin akan sangat penting bagi Inter demi memantapkan posisi mereka di puncak klasemen.

“Kami harus sadar untuk meraih poin sebanyak mungkin agar bisa menggapai sebuah tujuan yang ambisius,” lanjutnya.

“Kami akan berangkat ke Napoli untuk mencoba meraih hasil maksimal, sebuah kemenangan, dan hal ini juga menjadi target Napoli,” pungkasnya.

“Kita akan lihat hasil apa yang akan tercipta di pengujung laga. Kami tak bisa membuat kalkulasi karena pengalaman saya mengatakan bahwa hal ini akan menjadi hal yang kontra produktif,” pungkasnya.

Maldini Terus Bujuk Memphis Depay Supaya Berlabuh ke Milan

Serie A Italia – Raksasa Italia AC Milan diberitakan terus berusaha merayu Memphis Depay agar pindah ke San Siro ketimbang ke Barcelona musim depan.

Depay kini masih bermain bagi Lyon. Tapi kontraknya di klub Prancis itu berakhir pada musim panas 2021 nanti.

Lyon berharap mereka bisa mempertahankan Depay. Akan tetapi ada kemungkinan besar winger asal Belanda itu cabut ke klub lain.

Depay sendiri bisa dicomot secara gratis musim panas nanti. Jadi ada sejumlah tim yang berniat untuk memakai jasanya musim depan.

Salah satu dari tim-tim itu adalah AC Milan. Rossoneri ikut terjun dalam perburuan Memphis Depay karena memang butuh penyerang baru.

Milan melihat bahwa Depay akan sangat cocok mengisi lini serangnya. Ia adalah pemain yang dinamis dan bisa bermain di sejumlah posisi dengan insting gol yang apik.

Maka dari itu Milan berupaya keras untuk bisa membujuk Depay agar pindah ke Milan musim depan. Kabar itu dilansir oleh Corriere della Sera.

Laporan itu juga mengatakan Milan mengutus Paolo Maldini untuk membujuk Depay. Maldini sendiri akan merayu pemain 27 tahun tersebut dengan proyek besar mereka, terutama dengan kans mereka menembus masuk ke Liga Champions musim depan.

Memphis Depay sebelumnya sempat dikaitkan juga dengan Barcelona. Bahkan raksasa La Liga itu sebelumnya sudah berusaha memboyongnya sejak musim panas 2020 kemarin.

Barcelona sendiri sampai saat ini juga masih berniat mendatangkannya. Blaugrana meminatnya karena tak lepas dari kehadiran pelatihnya yang juga berasal dari Belanda, Ronald Koeman.

Sementara itu selain Memphis Depay, AC Milan juga dikaitkan dengan beberapa penyerang lainnya. Antara lain striker Fiorentina Dusan Vlahovic dan penyerang Torino, Andrea Belotti.

Mau Nonton Live Streaming AC Milan vs Genoa? Lihat Disini

Perjalanan AC Milan di pentas Serie A akan berlanjut pada Minggu (18/4/2021) malam WIB, dengan Genoa sebagai lawannya. Laga ini bisa dinikmati secara langsung lewat live streaming di Vidio.

Saat ini, Milan sedang berada di peringkat ke-2 dalam klasemen Serie A. Mengejar Inter Milan mungkin sudah menjadi misi yang mustahil, namun predikat runner-up masih berada di jangkauan mereka.

Kendati demikian, kalau memang berambisi mengejar predikat tersebut, haram hukumnya buat Rossoneri untuk kalah. Sebab rivalnya yang sedang berada di peringkat ke-3, Juventus, bisa menyalip sewaktu-waktu.

Sementara itu, Genoa sekarang berada di peringkat ke-13 dan telah mengumpulkan 32 poin. Tambahan tiga angka dari laga kali ini akan sangat membantu Genoa untuk menyalip Bologna dari posisi ke-12.

Lantas, siapakah yang bakal keluar sebagai pemenang dalam duel kali ini? Jawabannya bakal tersaji ketika wasit telah meniupkan peluit panjang dalam laga yang digelar di San Siro nanti.

  • Kompetisi: Serie A 2020/21
  • Pertandingan: AC Milan vs Genoa
  • Stadion: San Siro
  • Hari, tanggal: Minggu, 18 April 2021
  • Jam kick-off: 17.30 WIB

Link live streaming: Vidio [klik link di sini]

Prakiraan Susunan Pemain

AC Milan (4-2-3-1): G Donnarumma; Dalot, Kjaer, Tomori, Hernandez; Bennacer, Kessie; Saelemaekers, Calhanoglu, Rebic; Leao.

Pelatih: Stefano Pioli.

Genoa (3-5-2): Perin; Goldaniga, Radovanovic, Masiello; Ghiglione, Zajc, Badelj, Strootman, Czyborra; Destro, Pjaca.

Pelatih: Davide Ballardini.

Lukaku Kaget Inter Bisa Duduk Nyaman di Puncak Klasemen Serie A Italia

Penyerang Inter Milan Romelu Lukaku mengaku ia tidak menduga Nerrazurri bisa unggul jauh dari para rivalnya di pucuk klasemen sementara Serie A 2020-21.

Inter memulai proyek baru dengan Antonio Conte pada musim 2019-20 lalu. Di musim perdananya, Nerrazurri tampil oke namun masih gagal bersaing untuk merebut Scudetto.

Musim ini, Inter tampaknya akan kembali kesulitan bersaing meraih Scudetto. Namun secara perlahan performa Nerrazzuri membaik.

Inter pada akhirnya bahkan bisa menggusur AC Milan dari pucuk klasemen. Setelah duduk di puncak, mereka terus melaju hingga akhirnya kini unggul 11 angka dari AC Milan dan 12 angka dari Juventus.

Inter Milan sekarang difavoritkan untuk bisa meraih gelar Scudetto. AC Milan dan Juventus diprediksi tak akan bisa menyalip mereka meski masih ada delapan laga tersisa musim ini.

Romelu Lukaku ditanya terkait posisi Inter Milan sekarang ini. Pemain asal Belgia itu ditanya apakah sebelumnya ia mengira Nerrazurri bisa unggul sejauh ini dari para rivalnya.

“Sejujurnya, tidak,” jawabnya pada 433 dalam sesi tanya jawab di Instagram, via Football Italia.

“Saya pikir Serie A adalah liga yang sangat rumit. Anda harus bersiap untuk setiap pertandingan dan selalu tertantang. Setiap pertandingan adalah ujian yang berbeda. Itu semua membantu saya menjadi pemain yang lebih baik, tapi itu [butuh] kerja keras,” serunya.

Romelu Lukaku mengatakan kesuksesan Inter Milan sejauh ini tak lepas dari kerja keras semua lini. Mulai dari sektor kiper sampai lini serang.

“Saya pikir para pemain bertahan dan penjaga gawang melakukan pekerjaan dengan baik, sementara kami penyerang juga tahu bahwa, jika kami tidak mengizinkan peluang di belakang, maka cepat atau lambat kami akan mencetak gol,” ujarnya.

“Conte selalu mengatakan bahwa striker adalah barisan pertahanan pertama, jadi dengan Lautaro Martinez, Alexis Sanchez dan Andrea Pinamonti, kami semua mencoba untuk memblokir lawan dari belakang. Kami mempersulit hidup mereka,” terangnya.

“Saya pikir keempat penyerang kami sangat murah hati dan seluruh tim mendapat manfaat dari itu,” imbuh Lukaku.

Romelu Lukaku berperan besar atas kesuksesan Inter Milan pada musim ini. Itu tak lepas dari sumbangan golnya, di mana ia mengemas total 27 gol dari 37 laga. 21 gol di antaranya di pentas Serie A.

Romelu Lukaku Dicap Sebagai Striker yang Lebih Lengkap Ketimbang Cristiano Ronaldo

Mantan top skorer Serie A, Luca Toni berpendapat bahwa bomber Inter Milan, Romelu Lukaku merupakan penyerang yang lebih komplet ketimbang bintang Juventus, Cristiano Ronaldo.

Performa luar biasa yang ditunjukkan Lukaku memang bisa dibilang menjadi faktor utama mengapa Inter saat ini bisa nyaman menduduki puncak klasemen Serie A dan berpeluang besar meraih Scudetto.

Lukaku tengah bersaing dengan Ronaldo memperebutkan gelar Capocannoniere Serie A musm 2020/21 ini. Lukaku sejauh ini sudah mencetak 21 gol, tertinggal empat gol dari CR7 yang bertengger di puncak.

Mempertimbangkan sejumlah aspek termasuk usia keduanya yang terpaut cukup jauh, Toni pun menilai bahwa untuk saat ini Lukaku merupakan striker yang lebih lengkap daripada Ronaldo.

“Lukaku sangat menentukan untuk timnya bahkan ketika dia tidak mencetak gol, tetapi CR7 selalu berkelas dunia,” ujar Toni dalam video di akun TikTok pribadinya.

“Saat ini, saya melihat Lukaku sebagai striker yang lebih lengkap dari Ronaldo, terutama mengingat dia juga lebih muda.” tambah sosok yang pernah memperkuat Juventus tersebut.

Lukaku mulai bergabung dengan Inter sejak musim panas 2019 lalu. Hingga kini, Lukaku tercatat sudah bermain sebanyak 65 kali di pentas Serie A dengan mencetak 44 gol.

Sementara itu, Ronaldo yang datang ke Juventus pada 2018 silam hingga kini sudah tampil dalam 91 pertandingan di Serie A dengan mencetak 77 gol.

Cuma Ada 2 Opsi Buat Cristiano Ronaldo: PSG atau Real Madrid?

Tingkah laku Cristiano Ronaldo kembali menjadi sorotan. Hal ini menambah panas rumor yang meyakini kalau peraih lima trofi Ballon d’Or tersebut bakalan meninggalkan Juventus di bursa transfer mendatang.

Beberapa kelakuan yang menjadi sorotan terlihat ketika Ronaldo ikut bermain dalam laga kontra Genoa di ajang Serie A akhir pekan kemarin. Meski tampil selama 90 menit, pria asal Portugal tersebut gagal membubuhkan namanya di papan skor.

Tiga gol yang disarangkan Juventus dicetak Dejan Kulusevski, Alvaro Morata, dan Weston McKennie. Sementara Genoa hanya mampu membalas lewat Gianluca Scamacca.

Ini seolah menjadi bukti bahwa Juventus akan baik-baik saja tanpa Ronaldo. Dan pada pertandingan tersebut, Ronaldo terlihat melampiaskan kekesalannya dengan menendang tiang gawang.

Ia juga tampak membuang jersey hitam-putih yang dikenakan serta beredar laporan kalau dirinya meninju dinding ruang ganti pasca laga.

Beberapa klarifikasi untuk membenarkan perilaku Ronaldo muncul setelahnya. Salah satunya terkait masalah jersey.

Menurut laporan Romeo Agresti dari Goal International, Ronaldo membuang jersey untuk diberikan kepada ball-boy yang sudah memintanya.

Kendati demikian, klarifikasi tersebut tidak membendung rumor yang mengungkapkan kalau Ronaldo ingin meninggalkan Turin di akhir musim.

Namun, pilihan klub untuk Ronaldo cukup terbatas karena gajinya yang setinggi langit. Dari laporan Diario AS, Juventus diketahui siap melepas Ronaldo dengan harga paling rendah 25 juta euro saja.

Bukan angka yang mengejutkan, mengingat usia Ronaldo tidak lagi muda dan sisa kontraknya yang tinggal setahun lagi.

Lebih lanjut, Diario AS meyakini kalau cuma ada dua klub yang siap menampungnya selepas dari Juventus. Kedua klub tersebut adalah PSG dan Real Madrid.

Jika PSG menjadi pilihan, Juventus dikabarkan siap menerima proposal pertukaran pemain. Diketahui bahwa Bianconeri ingin salah satu dari dua striker yang berada di bawah bayang-bayang Neymar dan Kylian Mbappe, yakni Moise Kean dan Mauro Icardi.

Melihat situasinya, Icardi menjadi opsi yang paling memungkinkan buat PSG untuk dikorbankan. Pasalnya penyerang berkebangsaan Argentina tersebut hanya diberi kesempatan bermain sebanyak 19 kali di berbagai kompetisi musim ini.

Pengalaman Icardi bermain di Italia pun bisa diyakini mampu menambah daya gedor Juventus musim depan. Seperti yang diketahui, ia pernah menjadi bintang buat Inter Milan selama enam musim sebelum hengkang ke PSG tahun 2019 lalu.

Lini Pertahanan Juventus Lagi Rapuh!

Beberapa tahun silam, trio BBC membikin lini pertahanan Juventus jadi disegani tim lawan. Sekarang bentengnya sudah jauh berbeda dikarenakan usia ketiga pemain tersebut yang semakin menua.

Trio BBC tersebut beranggotakan Giorgio Chiellini, Andrea Barzagli dan Leonardo Bonucci. Barzagli sendiri sudah gantung sepatu sejak tahun 2019, sempat menjalani karir sebagai salah satu tim pelatih Bianconeri, sebelum hubungannya dengan dunia sepak bola usai.

Sekarang yang tersisa hanyalah Bonucci dan Chiellini. Keduanya, sejatinya, telah memasuki usia pensiun. Terutama Chiellini yang sudah berusia 36 tahun. Namun pada akhirnya, mereka harus bertahan karena Juventus belum menemukan suksesornya.

Juventus sendiri sudah berupaya mendatangkan bek-bek muda berbakat dan sekarang sedang mengembangkan Matthijs De Ligt serta Merih Demiral. Namun sampai saat ini, keduanya belum mampu menggeser Chiellini dan Bonucci dari starting XI.

Situasi ini membuat kualitas pertahanan Juventus kian menurun. Sebenarnya, di awal tahun 2021, pertahanan Bianconeri sempat menunjukkan tanda-tanda positif dengan torehan lima kebobolan dari 12 pertandingan.

Namun perlahan, torehan apik itu terlupakan. Berganti ke raihan buruk di mana mereka belum mencatatkan clean sheet dalam tujuh pertandingan terakhirnya. Dan dalam tujuh laga tersebut, mereka kebobolan sebanyak sembilan kali.

Secara keseluruhan di musim ini, Juventus telah kebobolan 27 kali dari 30 pertandingan. Bukan torehan yang buruk, memang, tapi tidak sebaik musim lalu ketika masih ditukangi Maurizio Sarri.

Berdasarkan catatan dari Football Italia, Juventus asuhan Maurizio Sarri hanya kebobolan sebanyak 26 gol pada titik yang sama musim lalu. Walaupun pada akhirnya, mereka membukukan 43 kebobolan di pekan terakhir Serie A.

Rekor kebobolan terburuk Juventus dalam masa kepelatihan Massimiliano Allegri sendiri hanya 30 gol saja. Mengingat masih ada delapan laga yang belum dimainkan pada musim ini, cukup memungkinkan jumlah kebobolan Juventus bakalan bertambah.

Rekor tersebut dibukukan sebelum Allegri hengkang. Sebelum itu, hanya sekali Juventus kebobolan lebih dari 25 gol, yakni di musim 2016/17. Sementara rekor terbaiknya adalah ketika Juventus hanya kebobolan 20 gol di musim 2015/16.

Pirlo wajib membenahi permasalahan di lini pertahanan ini jika masih bertekad menduduki posisi runner-up pada akhir musim. Saat ini, mereka hanya tertinggal satu angka dari AC Milan yang sedang berada di peringkat ke-2.

Bertemu Kembali, Inter Milan Berambisi Menang di Markas Bologna

Inter Milan bakal melawan Bologna untuk melakoni giornata ke-29 Serie A 2020/2021.

Duel yang itu akan berlangsung di Stadion Renato Dall’Ara, Minggu (4/4/2021), dini hari WIB, menjadi laga pertama I Nerazzurri selama lebih dari dua pekan.

Baru kali ini lagi Inter akan bertanding setelah 20 hari. Romelu Lukaku dkk seharusnya jumpa Sassuolo sebelum jeda internasional.

Tapi, ditunda karena empat pemain La Beneamata -julukan Inter- positif Covid-19, yaitu Danilo D Ambrosio, Samir Handanovic, Matias Vecino dan Stefan de Vrij.

Saat ini, hanya D Ambrosio yang belum pulih dari keempat pemain itu. Kembalinya Handanovic, Vecino, De Vrij menambah kekuatan Inter jelang pertandingan kontra Bologna. Ini juga membuat kamar ganti menjai lebih kondusif.

Pelatih Antonio Conte menegaskan pasukannya akan datang untuk melanjutkan tren positif di Serie A.

Inter sejauh ini meraih delapan kemenangan beruntun di kompetisi domestik. Alhasil, mereka terus menguasai klasemen sementara dengan 65 poin.

Inter unggul enam poin dari AC Milan dan 10 poin dari Juventus. “Seperti yang selalu saya katakan, kami perlu memberikan stabilitas dan kesinambungan pada hasil. Kami pandai melakukan ini dalam beberapa waktu terakhir dan selalu meraihnya dengan kerja keras,” kata Conte,

“Kami akan berusaha untuk tidak berhenti dan selalu bertujuan untuk terus mengembangkan diri, menghilangkan cacat, dan meningkatkan kualitas kami (disetiap pertandingan),” lanjutnya mengutip dari Football Italia, Sabtu (3/4/2021).

La Beneamata harus menjaga tren postif mereka demi meraih Scudetto pertama sejak musim 2009/2010. Jika bisa merajai Italia, Inter akan memutus dominasi Juventus yang sudah berlangsung selama sembilan musim terakhir ini.

“Harus selalu ada tekanan dalam tim yang terbiasa menghadapi situasi ini. Anda harus menghadapinya dengan cara yang benar. Saya tahu ini pertama kalinya bagi banyak orang, tetapi kita hanya harus memikirkan diri kita sendiri, tanpa melihat orang lain,” ujar Conte.

Bukan Immobile, AC Milan Ternyata Ingin Rekrut Bintang Lazio Lainnya

AC Milan ternyata tak tertarik memboyong Ciro Immobile. Rossoneri justru bernegosiasi dengan Lazio untuk memboyong pemain lain.

Pimpinan Milan dikabarkan telah memulai pembicaraan dengan Lazio demi mendapat pasukan anyar di bursa transfer pemain musim panas mendatang.

Menyadur dari Culofcaclcio, Rossoneri tengah membuka komunikasi dengan direktur olahraga Biancocelesti, Igli Tare.

Adapun diskusi AC Milan dengan Lazio ini bermaksud mendekati Joaquin Correa, bukan Ciro Immobile, seperti yang sempat dirumorkan beberapa waktu terakhir.

Joaquin Correa memang tidak sebaik Ciro Immobile. Pemain berpaspor Argentina itu hanya mengemas tiga gol dan dua assist di ajang Serie A Liga Italia 2020-2021.

Kendati demikian, Joaquin Correa berperan penting dalam mengawal Ciro Immobile dan menciptakan ruang bagi Luis Alberto.

Diberkati dengan kecepatan luar biasa, Correa menawarkan kemampuan teknis dan kesadaran taktis yang mengesankan.

Pemain berusia 26 tahun itu masuk dalam kriteria pelatih AC Milan, Stefano Pioli, di bursa transfer musim panas mendatang.

Namun, Correa masih memiliki kontrak panjang di Aquile, yakni hingga 2024. Ini jelas bisa menimbulkan masalah.

AC Milan harus ekstra usaha untuk mendapatkan tandatangan mantan pemain Sevilla tersebut. Menurut situs transfermarkt, Joaquin Correa memiliki nilai pasar sebesar 30 juta euro (Rp511 miliar).

Sebelumnya, isu mengenai AC Milan akan mendatangkan striker jempolan memang sudah merebak di Italia.

Melalui informasi dari Fichajes, ada isu kalau AC Milan kabarnya sedang mencoba untuk mendatangkan Ciro Immobile.

Tentu Immobile bukanlah penyerang abal-abal, sehingga kabar AC Milan ingin mendatangkannya cukup menghebohkan jagat sepak bola Italia.

Pada musim lalu saja, Immobile berhasil menyabet penghargaan sepatu emas Eropa.

Tentu akan sangat menarik jika seandainya Immobile bisa didatangkan Rossoneri. Kendati demikian, belum ada titik terang terkait rumor AC Milan-Ciro Immobile ini.