Penjelasan Ilmiah Kecanduan Belanja Online Dapat Rusak Kinerja Otak
Penjelasan Ilmiah Kecanduan Belanja Online Dapat Rusak Kinerja Otak
87 / 100 Skor SEO

Belanja adalah kebutuhan bagi setiap orang untuk memenuhi kebutuhan. Tidak aneh bila setiap awal bulan banyak tempat belanja yang ramai. Di era modern seperti sekarang ini, teknologi sudah menawarkan berbagai kenyamanan khususnya untuk belanja online.

Sekarang, orang bisa membeli apa saja tanpa harus pergi ke toko. Hal ini biasa disebut belanja online. juga dianggap lebih nyaman dan lebih. Tidak heran begitu banyak orang lebih memilih untuk melalui online.

Sama seperti berbelanja di berbelanja secara umum, secara online juga bisa membuat orang tergantung. Bahkan, ada orang yang tidak bisa berhenti secara online kebiasaan belanja. Tidak sedikit juga orang-orang yang kecanduan berbalanja lupa.

Hanya sedikit orang yang tahu bagaimana adiktif online dapat mempengaruhi kinerja otak orang tersebut. Sebuah studi yang diterbitkan dalam PLoS One menemukan bahwa ancaman belanja kesehatan otak online seperti pengurangan konsentrasi dan kewaspadaan seseorang, kota psikologi dalam Hari ini, Minggu (17/11/2019).

Hubungi Kami, Untuk Main Judi Sekarang! SIAP MELAYANI 24 JAM..

Flower
Penjelasan Ilmiah Kecanduan Belanja Online Dapat Rusak Kinerja Otak
Penjelasan Ilmiah Kecanduan Belanja Online Dapat Rusak Kinerja Otak

Belanja Online Mempengaruhi Kinerja Otak

Penjelasan Ilmiah Kecanduan Belanja Online Dapat Rusak Kinerja Otak
Penjelasan Ilmiah Kecanduan Belanja Online Dapat Rusak Kinerja Otak

Studi ini menunjukkan efek dari belanja online dikaitkan dengan lebih gangguan, waktu reaksi lebih lambat, dan konsentrasi jadi kurang. Pertama, para peneliti mengukur dan membandingkan waktu reaksi sebelum dan setelah tiga kegiatan yang berbeda seperti belanja online, membaca majalah, dan istirahat.

Satu-satunya kelompok yang memperlambat waktu reaksi adalah kelompok belanja online. Selain itu, para peneliti memeriksa aktivitas otak dengan electroencephalogram (EEG) dan potensi terkait acara (ERP), metode ini digunakan untuk mendeteksi gelombang otak dan aktivitas saraf selama pengobatan informasi.

Para peneliti menemukan lagi bahwa belanja online menyebabkan sinyal otak yang berhubungan dengan kurangnya fokus dan konsentrasi daripada mereka yang membaca majalah atau beristirahat. Para peneliti juga menambahkan bahwa studi menunjukkan bahwa menggunakan Internet dapat mengakibatkan pengolahan informasi di otak menjadi lebih lambat dan kurang efisien.

Termasuk Gangguan Mental

Penjelasan Ilmiah Kecanduan Belanja Online Dapat Rusak Kinerja Otak
Penjelasan Ilmiah Kecanduan Belanja Online Dapat Rusak Kinerja Otak

Kecanduan belanja bisa juga disebut compulsive buying disorder (CBD) atau gangguan belanja kompulsif, yang dapat diartikan sebagai keinginan yang tak tertahankan untuk membeli barang-barang berlebih, yang dapat membawa efek negatif pada keluarga dan keuangan.

ketergantungan ini sering dikaitkan dengan kecemasan, depresi, dan emosi negatif. Selain itu, ketergantungan perdagangan juga dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk yang berkaitan dengan situasi keuangan rumah tangga.

Para peneliti mengatakan CBD bisa membuat keinginan untuk pembelian barang dan puas ketika menghabiskan uang. Tetapi juga dapat membuat gangguan di pengendalian diri, tekanan yang ekstrim, masalah kejiwaan lainnya, masalah hubungan dan gangguan fisik dan utang.

Jadi jangan biarkan kebiasaan membeli yang seharusnya menyenangkan, menjadi kecanduan belanja berisiko.