timnes
timnes
82 / 100 SEO Score
timnas
timnas vs vietnam

Timnas Indonesia seolah lupa metode bermain bola di bawah arahan pelatih Simon McMenemy.

Dalam empat lomba permulaan Grup G kualifikasi Piala Dunia area Asia, Andritany Ardhiyasa dan kawan-kawan tidak satu bahkan meraih kemenangan

Skuat Merah Putih dipermalukan Malaysia 2-3 pada lomba perdana di sangkar sendiri, Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK).

Kondisi lebih parah pada lomba selanjutnya di GBK dikala menjamu Thailand. Indonesia dihajar Thailand 0-3 di depan para pendorong sendiri.

Hubungi Kami, Untuk Main Judi Sekarang! SIAP MELAYANI 24 JAM..

Flower

Kondisinya kian hancur saat bertandang ke markas Uni Emirat Arab. Skuat Garuda dibantai 5-0 oleh tuan rumah.

Menghadapi Vietnam, daya kerja Indonesia tak jauh berbeda dengan lomba-lomba sebelumnya. Regu Merah Putih kesusahan menyerang secara terjadwal .

Dikala mempunyai kans gol, dengan gampang hal itu terbuang sia-sia. Kecuali itu, lini pertahanan justru tak jarang gampang ditembus lawan yang berujung gol dan hasilnya keok 1-3.

Bukan cuma kekalahan demi kekalahan yang bikin regu besutan McMenemy memprihatinkan. Kinerja para pemain yang serba minimalis membikin kian miris.

Organisasi permainan mulai dari lini belakang sampai depan acak-acakan. Di sektor pertahanan, Garuda benar-benar rapuh.

Lihat saja catatan kebobolan Merah Putih yang telah menempuh angka 14 gol dalam empat lomba di Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022.

Tidak ada koordinasi yang mulus di barisan belakang dalam menahan serangan-serangan lawan. Bek-bek opsi McMenemy di lini pertahanan seolah kehilangan wibawa.

Sektor tengah yang dimotori Evan Dimas juga tidak berjalan dengan bagus untuk menjadi penghubung lini belakang ke depan. Peran para gelandang dalam menjaga keseimbangan permainan tidak berjalan bagus.

Lini depan juga dapat dibilang tumpul. Para winger jenis Andik Vermansah yang sebelumnya disebut-ucap benar-benar pesat, buktinya keok ganas dari para pemain sayap Thailand ataupun Malaysia.

Eksistensi para penyerang seperti Stefano Lilipaly dan Beto Goncalves juga tidak menambah kekuatan gedor di lini depan.

Simon sebetulnya diketahui sebagai pelatih yang cukup taktis bagus saat menangani timnas Filipina ataupun kala membawa Bhayangkara FC pemenang Liga 1 2017.

Salah satu karakteristik strateginya ialah permainan yang benar-benar agresif, tetapi juga tangguh di lini belakang.

Persoalannya, ciri khas racikan taktik McMenemy nyaris tidak terlihat di skuat Garuda. Pola permainan seperti tidak terwujud.

Penajaman pola tak nampak. Dapat jadi McMenemy terlalu kompleks dalam memakai taktik permainan.

Lagi-lagi, organisasi permainan konsisten acak-acakan. Satu-satunya yang paling rapi tampaknya barisan pemain cadangan. Duduk rapi di bench pemain.

Dalam tiap-tiap lomba yang dimainkan, mungkin permainan Indonesia masih menonjol cukup terorganisasi ada di babak pertama. Menjelang babak kedua, skema bermain makin tak terang.

Garuda benar-benar kehabisan bensin. Stamina terkuras. Para pemain seolah kehilangan inspirasi untuk melaksanakan mengerjakan taktik Simon sebab elemen stamina habis.

Walaupun, para pemain telah menerima sela sebagian hari tak dimainkan klub sebelum bergabung dengan Timnas Indonesia. Tapi, kendala stamina para penggawa Merah Putih masih menjadi permasalahan.

Bukan cuma soal stamina, keadaan sulit lainnya ialah pemahaman strategi para pemain dalam memakai perintah McMenemy. Kebuntuan itu yang membikin permainan Garuda amburadul.

Apakah sebab McMenemy terlalu kompleks dalam memakai taktik yang dapat dipahami pemain?

Pertanyaan itu sejatinya tak relevan seandainya memandang pengalaman McMenemy di Indonesia. Ia sepatutnya dapat lebih mengetahui karakter para pemain Indonesia sebab telah cukup lama berkarier di sini.

Timnas kalah telak dari Vietnam, skor 1-3 Vietnam.

Timnas Indonesia menelan kekalahan keempat pada Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 berakhir ditekuk Vietnam 1-3 di Stadion I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Selasa (15/10).

Tekad Garuda untuk meraih skor penuh di pertandingan sangkar kembali kandas sesudah gagal mengalahkan Vietnam di Pulau Dewata. Skuat arahan Simon McMenemy keok solid dari Golden Star.

Kiper Indonesia Muhammad Restu dipaksa berprofesi keras semenjak babak pertama. Penjaga gawang Madura United itu seharusnya memungut bola dari gawangnya pada menit ke-25.

Gol pertama Vietnam tercipta via skenario bola mati. Yanto Basna gagal buang bola kemelut di mulut gawang sehingga kapabel diatasi Do Duy Manh.

Sesudah ketinggalan 0-1, Indonesia mencoba bermain lebih menyerang. Sayang, tembakan akrobatik Stefano Lilipaly dan sepakan keras Putu Gede dari luar kotak pinalti masih belum menemui target.

Kreasi serangan yang dibangun Indonesia masih belum kapabel menjebol gawang Vietnam sampai babak pertama berakhir. Vietnam bahkan unggul 1-0.

Indonesia mencoba bangkit di babak kedua dengan bermain lebih pesat. Tetapi, permainan kolektif Vietnam tidak kapabel diimbangi regu tuan rumah.

Vietnam pun sukses memperlebar keunggulan menjadi 2-0 pada menit ke-53 via eksekusi pinalti Que Ngoc Hai. Hadiah pinalti dikasih sesudah Yanto Basna mengerjakan tekel keras di kotak terlarang.

M Restu kembali dipaksa memungut bola dari gawangnya pada menit ke-61. Nguyen Tien Linh yang lolos dari kawalan berhasil memperdaya M Restu. Poin 3-0 untuk keunggulan Vietnam.

Indonesia sukses memperkecil kedudukan menjadi 1-3 berkat gol Irfan Bachdim di menit ke-83. Striker Bali United hal yang demikian dengan gampang meneruskan umpan matang Riko Simanjuntak yang sukses memperdaya pemain belakang lawan.

Vietnam berpeluang untuk memperlebar keunggulan di masa injury time via eksekusi pinalti. Tetapi, tembakan Do Hung Dung masih dapat diblokir M Restu. Poin 1-3 untuk keunggulan Vietnam bertahan sampai pertandingan berakhir.

Ini menjadi kekalahan keempat yang dialami Indonesia di sepanjang Kualifikasi Piala Dunia 2022. Sebelumnya, Evan Dimas dkk takluk dari Malaysia (2-3), Thailand (0-3), dan Uni Emirat Arab (0-5).

Timnas Indonesia XI: Muhammad Restu; Putu Gede Juni Antara, Otavio Dutra, Rudolof Yanto Basna, M. Abduh Lestaluhu; Evan Dimas Darmono, Bayu Pradana, Saddil Ramdani; Riko Simanjuntak, Beto Goncalves, Stefano Lilipaly.

Timnas Vietnam XI: Dang Van Lam; Do Duy Manh, BT Dung, Doan Van Hau, Que Ngoc Hai; Nguyen Trong Hoan, Do Hung Dung; Pham Duc Huy, Nguyen Tien Linh, Nguyen Quang Hai; Nguyen Van Toan.

Source:
centralgoal.com
cnnindonesia